Minggu, 02 Juli 2017

Sopir Tewas Misterius Di Hutan Ngambon Ditemukan Dalam Keadaan Mengenaskan

Sopir Tewas Misterius Di Hutan Ngambon Ditemukan Dalam Keadaan Mengenaskan

    Minggu, Juli 02, 2017   No comments

Reporter : Muchammad Ainul Yaqin


NESIARAYA -  Masih ingat kejadian ditemukannya sebuah mobil Honda Mobilio berwarna putih di dalam hutan Desa Mundu Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur tanpa supir dan penumpang pada 14 Juni 2017. Hari ini tim gabungan dari BPBD Bojonegoro Koramil Ngambon dan Polsek Ngambon berhasil menemukan mayat yang ditenggarai si supir mobil yang terperosok ditengah hutan tersebut. Minggu 02/07/2017

Pria bernama Ali Mukti atau supir dari mobil honda mobilio nopol W 683 C misterius tersebut ditemukan di jurang sungai bawah kurang lebih 700 m dari ditemukannya mobil di tengah hutan Desa Mundu Kecamatan Ngambon.



Supir ditemukan dengan keadaan sudah meninggal dunia dengan luka tangan kanan hampir putus dan leher diikat sehingga setelah evakuasi akan dilakukan pemeriksaan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dari hasil pemeriksaan terhadap nomor kendaraan mobil tersebut. Didapati nama pemilik kendaraan adalah Arifin, warga Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik namun mobil ini dipergunakan untuk penyewaan, dan digunakan oleh seorang pria bernama Ali mukti.

"Pada hari Senin lalu (12/6), Ali diperintahkan untuk menjemput penumpang ke bandara. Namun ponselnya mati dan tidak bisa dihubungi," kata Kasubbag Humas Polres Bojonegoro AKP Mashadi. (May/Red



KANGEN IBU, PALEMBANG MERAK DITEMPUH DENGAN MENGAYUH SEPEDA

KANGEN IBU, PALEMBANG MERAK DITEMPUH DENGAN MENGAYUH SEPEDA



   Tiga Bersaudara nekad melakukan perjalanan dengan menggunakan dua sepeda miliknya dari Palembang menuju Ciledug, Tangerang, Banten, ketiganya nekad bersepeda lantaran kangen ingin bertemu dan ingin Berlebaran dengan sang ibu yang sudah berpisah hampir satu tahun.

   Ketiga bocah bersaudara yang nekad melalukan perjalanan dengan menggunakan sepeda bernama, Aslam, SD (10Th), Rijal, SD (13Th), dan Okta, SMP (15Th).

   Mereka bertiga nekad melakukan perjalanan bersepeda dari kampung halamannya di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, lantaran tak kuasa menahan kangen dan ingin berlebaran dengan ibunya.
Okta (15Th) menuturkan jika dirinya besera dua saudaranya ini sudah satu tahun pisah dengan ibunya. Dirinya dan dua saudaranya dibawa sang ayah yang menikah lagi usai bercerai dengan ibunya. Perjalan mereka bertiga dari Palembang – Lampung yang berjarak ratusan kilo meter, keduanya mengayun sepeda tanpa lelah dan satunya lagi berbonceng dibelakang.

   Mereka bertiga mengaku jika sudah melakukan perjalan pada saat malam takbiran, atau H-1 lebaran, hingga akhirnya tiba di pelabuhan Merak Banten Kamis malam, (29/06/2017) menggunakan Kapal Ro-Ro Jatra II dari Bakauheni Lampung. Ketiga bocah ini nekad mudik bersepeda lantaran terpisah jauh dengan sang ibu dan ingin berlebaran dengan sang Ibu.
“Kami kangen ibu, pengen lebaran dengan ibu, sudah lama gak ketemu soalnya hampir satu tahun,” tutur Okta.
 
   Mereka bertiga kerap tidur di kios-kios pinggir jalan untuk beristirahat, dan rasa lapar menghampiri ketinganya hanya membeli nasi bungkus dengan lauk kecap manis lantaran keterbatasan biaya. Hal ini disebabkan karena ketinganya hanya dibekali sangu dari sang Neneknya di Palembang sebesar 150 ribu rupiah.

   Humas ASDP Pelabuhan Merak, Mario S. Oetomo menjelaskan mereka bertiga ditemui oleh pihak ASDP Pelabuhan Bakauheni Lampung saat hendak membeli tiket, mereka akhirnya di bawa oleh Pihak ASDP Bakauheni dan diberi makan dan uang saku, serta didampingi petugas hingga menyebrang ke Pelabuhan Merak.

   “Ketiganya didampingi untuk selanjutnya akan diantarkan sampai tujuannya menggunakan kendaraan pribadi milih ASDP Pelabuhan Merak,” pungas Mario.