Anak SATPAM jadi lulusan terbaik Kepolisian.
Meski telah delapan kali gagal saat mengikuti tes masuk polisi dan TNI, tak membuat Bayu Arsyifa Rahmadi putus asa. Dia kembali memberanikan diri masuk polisi dan usahanya terwujud bahkan menyandang sebagai lulusan terbaik.
Predikat itu diraih Bayu, sapaan akrabnya, setelah mengikuti pendidikan di SPN Betung, Banyuasin, Sumsel, dan resmi dilantik menjadi anggota polisi berpangkat Bripda, Selasa (7/3) kemarin. Bayu meraih peringkat pertama dari 230 siswa. Sementara saat pengumuman polisi dari jalur Bintara tahun 2016 lalu, posisi Bayu berada di urutan 215.
Kagum dengan prestasi itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, memanggil Bayu beserta kedua orangtuanya untuk menghadap. Hal ini membuat Abimanyu dan Endang, orangtua Bayu, bangga. Kepada wartawan, Bayu mengaku tak menyangka meraih predikat itu. Sebab, dia telah delapan kali mengikuti tes polisi maupun TNI yang semuanya berujung kegagalan.
"Alhamdulillah walaupun tidak nyangka. Rata-rata saya tidak lolos di tes terakhir, ada juga pas pantohir," ungkap Bayu di Mapolda Sumsel, Rabu (8/3).
Pengalaman kegagalan dijadikan remaja kelahiran 2 Januari 1996 itu modal untuk tes berikutnya. Fisik dan mental dipersiapkan dengan matang termasuk mendalami soal-soal tertulis.
"Sebelum ikut tes tiap pagi lari, renang, olah raga begitu. Untuk akademiknya saya belajar terus, cari kesalahan kemarin," ujarnya.
Selama menempuh pendidikan, putra kedua dari seorang mantan sekuriti salah satu bank swasta di Palembang itu, dipercaya menjadi komandan resimen. Hal ini lantaran terlihat jiwa kepemimpinan yang dimilikinya.
"Tidak enak juga, sama-sama siswa tapi saya disuruh jadi komandan," kata dia.
Ayah Bayu, Abimanyu mengatakan, anaknya itu masuk polisi tanpa dipungut biaya, kecuali untuk keperluan fotocopy berkas saat pendaftaran. Menjadi polisi ada cita-citanya sejak kecil sehingga selalu ikut tes meski gagal.
"Dari sekolah memang rangking terus, jadi ketua OSIS, anggota Paskibra Sumsel. Memang terlihat dari kecil jiwa militernya," kata dia.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, Bripda Bayu menjadi contoh bagi masyarakat untuk tidak terperdaya dengan iming-iming oknum tertentu yang menjanjikan bisa meloloskan dengan permintaan sejumlah uang. Kecakapan dan kemampuan fisik serta mental menjadi prioritas untuk menjadi abdi negara.
"Bayu ini jadi bukti, bisa masuk polisi tanpa mengeluarkan duit, jadi lulusan terbaik lagi. Ini bisa jadi pelajaran masyarakat yang ingin jadi polisi," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar